Langsung ke konten utama

Chiron, Manusia Kuda Paling Bijaksana! Centaurus Dalam Legenda Yang Mengajari Para Pahlawan Yunani Besar Menjadi Mentor Percy



Rara Restu Humaira - Centarus adalah sebuah ras yang ada di dalam mitologi Yunani kuno. Centaurus digambarkan sebagai sebuah ras manusia dari kepala sampai pinggang, dan kemudian bagian bawahnya adalah empat kaki kuda yang besar dan tinggi.

Centaurus digambarkan sebagai ras yang suka berperang, bar-bar, suka mabuk-mabukan, tidak berbudaya dan sangat menyukai perang. Namun di antara banyaknya sekian centaurus yang menggelisahkan karena berbahaya, ada satu centaurus yang bijaksana.

Chiron digambarkan sebagai centaurus yang baik hati, cerdas, dan beradab. Chiron dikenal sebagai mentor dari banyaknya para pahlawan Yunani yang terkenal. Sebut saja Achilles, Asclepius, Aristaseus, Aktaeon, Jason dan lain-lain.

Di dalam legenda, Chiron adalah putra dari Kronos dan seorang nimfa bernama Philyra yang bercinta dalam wujud kuda. Saat Philyra melahirkan Chiron, ia meninggalkan bayi setengah kuda itu karena malu dan jijik.

Saat ia sudah yatim piatu karena ditinggalkan, Apollo dan Artemis kemudian merawatnya dan mengajarinya berbagai macam hal. Seperti Apollo yang mengajarkan Chiron ilmu pengobatan, seni musik, kecapi memanah, dan ramalan. Artemis saudara kembar Apollo juga mengajarinya berburu dan memanah.

Hal yang membuat Chiron menjadi cerdas dan beradab dari saudara-saudaranya sesama adalah garis keturunannya. Chiron memang anak penguasa Titan dan seorang nimfa yang cantik. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan centarus lainnya, yang memiliki garis keturunan dari raja manusia Ixion yang sombong dan seorang peri awan bernama Nephele. Yang diciptakan oleh Zeus agar mirip dengan Hera. (Kalau mau baca kisah lengkapnya, baca Percy Jackson Greek Gods!)

Selain itu, Chiron di dalam mitos juga diceritakan meninggal karena tidak sengaja terkena panah temannya sendiri yang adalah Hercules. Saat itu Chiron menyerahkan keabadiannya, meninggal saat Chiron tidak sengaja terkena serangan salah seorang centaurus yang mabuk karena minum anggur.

Seperti itulah mitosnya secara singkat. Di dalam novel Percy Jackson, Chiron digambarkan sebagai mentor yang mengajari Percy bagaimana caranya menjadi pahlawan yang hebat.

Awalnya, saat Percy yang pada saat itu belum mengetahui jati dirinya, Chiron masuk ke dalam sekolah Percy dengan menggunakan samaran guru sejarah bernama Pak Brunner. Pak Brunner alias Chiron menggunakan identitas seorang difabel yang mengalami cacat permanen di kakinya. Sehingga Pak Brunner alias Chiron harus menggunakan kursi roda.

Percy menerangkan di antara mata pelajaran membosankan di sekolahnya, hanya pelajaran sejarah Pak Brunner-lah satu-satunya mata pelajaran yang tidak membuat mengantuk. Menurut Percy, Pak Chiron memiliki banyak koleksi pedang, baju zirah Yunani dan di jam belajarnya, Pak Brunner sering membiarkan para murid-muridnya bermain.

Baik hati, bijaksana dan memiliki pengetahuan yang luas, serta seorang guru yang keren. Itulah penggambaran Pak Brunner di dalam pikiran Percy Jackson. Pak Brunner-lah yang memberikan Percy sebuah pena yang bisa berubah menjadi pedang, saat Percy hendak dibunuh oleh monster di awal cerita.

Saat sampai di perkemahan Blasteran, barulah Percy tahu jika Pak Brunner guru sejarahnya adalah Chiron. Seorang centaurus manusia berkaki kuda yang menyembunyikan kaki kudanya di kursi roda ajaib, yang memiliki sepasang kaki manusia palsu.

Chiron sangat berpengaruh penting di dalam cerita Percy Jackson. Dialah yang mengajar Percy seni bertarung, memanah, berpedang dan tentunya memberikan saran dan nasihat yang sangat penting untuk perkembangan karakter Percy.

Banyak sekali hal-hal yang Chiron ajarkan pada Percy yang juga bisa dipelajari oleh para pembaca. Chiron di dalam kisah Percy Jackson mengajarkan arti dari kerja sama yang baik, menghadapi rasa takut dengan berani dan menaklukkannya, dan menghargai perbedaan yang ada di dunia.

Chiron juga mengajarkan arti dari rendah hati, pengendalian emosi yang baik dan pemikiran yang positif dan jernih di situasi yang tidak mendukung. Chiron juga mengajarkan tentang arti kejujuran, pembelaan untuk kebenaran, dan nilai-nilainya yang masih relevan adalah waktu yang dihabiskan untuk hal bermanfaat dan menghargainya, bersyukur dan mencoba hal baru.

Juga mengajarkan tentang tanggung jawab yang diemban dengan baik, dan merencanakan masa depan yang lebih baik lagi secara bijaksana.

Nah, itulah profil singkat tentang centaurus yang paling bijaksana dan merupakan role model dan mentor para pahlawan Yunani kuno ternama. Percy dan anak-anak Demigod lainnya sangat beruntung dapat diajari oleh Chiron itu sendiri.

Ada sedikit tambahan mengapa di dalam legenda Pak Chiron, yang sudah meninggal terkena panah beracun bisa hidup kembali di era modern. Percy di dalam salah satu adegan pernah bertanya mengapa Pak Chiron bisa hidup kembali sementara di dalam mitos ia sudah meninggal.

Di sini, Chiron menerangkan kalau setelah ia meninggal, Zeus kemudian menghidupkannya lagi hanya untuk kembali ke pekerjaan lama yang ia cintai. Yaitu mengajari pada pahlawan selama berdekade hingga sampai di era modern Percy Jackson. 

Chiron dari dulu sampai sekarang masih sangat dibutuhkan untuk mendidik para Demigod menjadi pahlawan-pahlawan yang sangat hebat.