Apa Itu Ramalan Tiga Besar? Simak Ramalan Lengkapnya Yang Menyebabkan Percy Jackson Diburu Untuk Dibunuh!
Percy Jackson adalah tokoh utama sekaligus narator di seri novel Percy Jackson yang ditulis oleh Rick Riordan. Salah seorang penulis New York Time Bestseller, yang sudah terkenal dengan gaya penceritaan kocak, dan menggunakan elemen mitologi di berbagai belahan dunia di setiap karya-karya yang ditulisnya.
Di dalam cerita, Percy adalah
seorang anak setengah dewa laut Poseidon yang nasibnya lumayan apes. Di
sepanjang novel, Percy diceritakan harus menjalani sederet petualangan
berbahaya.
Namun, apa yang membuat Percy
harus menghadapi musuh, petualangan, dan monster-monster berbahaya? Yang tidak akan membiarkan Percy hidup tenang? Mengapa di antara setiap
anak setengah dewa lainnya, Percy-lah yang harus berkali-kali hampir terbunuh?
Mengapa monster-monster
tampaknya getol sekali ingin membunuh Percy? Nah, rupanya di dalam seri
Percy Jackson, ada sebuah ramalan yang membuat Percy harus menjadi korban dari
semua kegilaan kekuatan jahat di sekelilingnya.
Ramalan itu disebut dengan
ramalan tiga besar. Namun apa itu ramalah tiga besar? Mengapa karena ramalan
itu, banyak pihak-pihak yang mencoba untuk membunuh Percy?
Simak Alasannya!
1.
Ramalan Yang Dikeluarkan Oleh Oracle Delphi
Yang Menyebabkan Percy Jackson Menjadi Anak Di Dalam Ramalan
Oracle
Delphi adalah peramal yang terkenal di dalam mitologi dan universe Percy
Jackson. Pada tahun 40an, Oracle Delphi langsung mengeluarkan sebuah ramalan,
yang menyebabkan para Dewa Tiga Besar yaitu Zeus, Poseidon dan Hades tidak
boleh lagi memiliki anak dengan manusia. Karena anak itu akan membuat Olympus
dan seluruh dunia binasa ataupun akan selamat.
Berikut,
isi ramalannya ....
Anak
Blasteran Dewa tertua
Akan
Mencapai Enam Belas Tahun Setelah Lewati Bahaya
Dan
Saksikan Dunia Dalam Tidur Abadi
Jiwa
Sang Pahlawan, terkutuk yang akan menghabisi
Satu
Pilihan Akan Akhiri Usianya
Olympus
Tetap Lestari Atau Binasa
Setelah
kematian salah satu anak Zeus yang bernama Thalia, ketika ramalan tiga besar
ini sudah keluar, Percy yang muncul setelah kematian Thalia pun menjadi target empuk
oleh ramalan tiga besar. Selain dirinya, tidak ada lagi anak-anak tiga
besar.
Yang
sayangnya tidak bisa memenuhi ramalan itu karena dua kondisi. Meski di akhir
buku Laut Monster Thalia hidup kembali, tapi hal itu juga tidak membuatnya
menjadi anak di dalam ramalan karena Thalia bergabung dengan Pemburu
Artemis. Hingga membuat usianya tidak bisa lagi bertambah menuju 16 tahun.
Karena
hal inilah, tidak ada anak tiga besar yang memenuhi syarat, selain Percy
Jackson.
2.
Dampak Ramalan Itu Terhadap Percy
Sejujurnya,
Percy pernah mengungkapkan kalau dirinya tidak ingin menjadi darah blasteran.
Itu jelas, hidupnya tidak akan tenang dan dirinya akan terus menerus dikejar
oleh monster-monster yang menginginkan anak blasteran untuk dibunuh. Karena para monster itu dendam pada orang tua dewata anak-anak blasteran.
Seakan
tidak cukup, Percy yang pada dasarnya merupakan anak Poseidon pun membuatnya
masuk ke dalam tiga besar. Yang konon anak-anak dari dewa itu memiliki bau
dewata yang sangat kuat hingga mampu menarik perhatian monster.
Tekanan
pun langsung dirasakan oleh Percy. Dirinya yang diberi tekanan untuk
menyelesaikan misi yang super sulit. Pastinya membuat Percy selalu
saja hampir kehilangan nyawa. Cara orang-orang memandang Percy yang membuat
dirinya cukup terbebani.
Semua
itu sudah cukup untuk membuat seorang remaja cukup depresi. Tapi Percy berusaha
untuk tetap ceria, tetap melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan,
menyelamatkan orang-orang dan lain-lain. Beban itu terasa terlampau berat untuk
ditanggung oleh Percy. Tapi, Percy tetap melakukannya! Itulah hebatnya seorang
Percy Jackson.
Dirinya
juga tetap tersenyum dan terus kocak di dalam setiap bab ceritanya. Meski Percy
didera banyak kesulitan, Percy tetap melakukan apa yang seharusnya Percy
lakukan sesuai perannya yang sudah ditentukan oleh ramalan.
Luke,
tentu saja, senior yang sudah dianggap Percy sebagai kakak tingkat yang
dikaguminya pun mengkhianatinya. Luke juga membuat Kronos, sang Titan waktu yang
menjadi musuh utama bangkit dan meneror dunia.
Luke
yang menjadi abdi setia dan antek Kronos pun menyebabkan banyak hal yang
membuat dunia kocar-kacir secara perlahan. Banyak teman-teman Percy mati, dan banyak juga yang mengkhianatinya.
Namun, akhirnya ramalan itu terjawab saat ternyata bukan Percy-lah yang menjadi anak dalam ramalan. Percy mencapai usia enam belas tahun setelah pertempuran Manhattan, Percy yang sudah melewati berbagai macam peristiwa berbahaya pun mendapati kotanya penuh dengan orang-orang yang jatuh tertidur.
Termasuk ibu Percy dan ayah tirinya yang baik, Morpheus, sang dewa tidur lepas. Hal itu menyebabkan para Demigods termasuk Percy, para satir dan peri hutan pun bahu membahu untuk membantu pertempuran melawan sang Titan Kronos beserta pasukannya.
Singkat
cerita, Luke yang ternyata adalah sang pahlawan di dalam ramalan bunuh diri dengan menggunakan
pisau belati milik Annabeth. Pisau belati yang dulunya pernah diberi oleh Luke saat Annabeth masih
kecil. Hal itu menyebabkan sang Titan Kronos yang masuk ke dalam badan Luke pun
langsung kembali ke Tartarus.
Karena
ramalan itu, Percy akhirnya berhasil mewujudkan pilihan Olympus tetap
lestari dan bukannya binasa. Setelah ini, lengkaplah sudah dan
terwujudlah ramalan tiga besar yang selama ini membuat Percy keteteran.
Apa
setelah ini Percy sudah bisa istirahat? Oh tidak! Tentu saja Percy belum bisa
beristirahat. Setelah itu, turunlah ramalan 7 pahlawan yang diucapkan
oleh Oracle Delphie yang baru, yaitu Rachel
Ramalan
tujuh pahlawan yang mengawali seri The Heroes Of Olympus.