Clarisse La Rue si Cewek Bongsor Pemarah? Intip Kelakukan Bar-bar dan Unik Dari Putri Ares Sang Dewa Perang
Clarisse La Rue, Demigod Ares. Sang Dewa Peperangan Yunani |
Kalau kalian membaca seri Percy Jackson untuk pertama kalinya, karakter ini adalah salah satu karakter yang pertama kali muncul di awal-awal kisah Percy Jackson, saat Percy baru masuk ke dalam perkemahan blasteran, kan?
Clarisse digambarkan sebagai
salah satu anak Ares, sang dewa perang Yunani yang terkenal sangat brutal, haus
darah, menyukai peperangan yang penuh dengan pertumpahan darah.
Clarisse memiliki penampilan
berupa sosok cewek berumur 12 atau 13 tahun saat pertama kali ditampilkan di novel
ke satu. Tampak tinggi seperti pemain basket dan berotot seperti pemain rugby.
Dengan tubuh bongsornya, Clarisse terlihat jahat dan brutal yang selalu
terlihat mengenakan kaus perkemahan blasteran berwarna oren dengan ukuran XXXL, dan jaket lorengnya yang mengancam.
Clarisse memiliki rambut
coklat panjang yang tipis, tampak berserabut, mata babi gelap, seringai yang
jahat, lagak kurang ajar, sombong, dan merupakan seorang petarung yang sangat
tangguh. Sama seperti semua saudara kandung dan ayahnya, Clarisse sangat
menghargai kekuatan yang menjadi landasan utamanya sebagai putri Ares.
Clarisse juga seorang pembuli.
Mimin tertawa saat membaca bagian Clarisse La Rue yang membuli Percy dengan
cara mendorong kepala Percy ke dalam toilet. Tapi Percy yang adalah putra
Poseidon tanpa sadar mengendalikan air-air yang ada di pipa-pipa yang meledak, dan kemudian menyemprotkan air kotor selokan yang bau itu ke wajah Clarisse.
Percy sukses melancarkan aksi
pembalasannya pada Clarisse yang malang. Dan sejak saat itu, Clarisse sangat
benci pada Percy dan selalu berupaya untuk menjatuhkan Percy dan
mempermalukannya. Ini terlihat dari Clarisse yang hampir membunuh Percy saat
sedang bermain tangkap bendera.
Di permainan ini, para
anggotanya harus berupaya mengalahkan regu satu sama lain untuk menembak
bendera lawan. Di ceritakan Percy masuk ke dalam kelompok biru dan bersekutu
dengan anak-anak Athena, Hermes dan Apollo. sedangkan tim merah yang menjadi
lawan Percy adalah tim Ares yang bersekutu dengan Aphrodite, Demeter, Dionysus,
dan Hephaestus.
Saat sedang bertarung, Percy
dipojokkan oleh anak-anak Ares yang marah karena Clarisse dipermalukan.
Clarisse melawan Percy dengan tombok listrik ajaib pemberian ayahnya, Ares. Tapi
Percy berhasil mematahkan tombak Clarisse dan membuat cewek itu dan
saudara-saudaranya luar biasa marah.
Singkat cerita, Clarisse dan
anak-anak pekemah pondok Ares lainnya memang tidak menyukai Percy. Hal ini
wajar karena Percy mempermalukan mereka berkali-kali dan bahkan membuat ayah
mereka, Ares terluka dan juga membuat nama Ares tercemar.
Ada saat-saat di mana Clarisse
terlihat ingin membunuh Percy, tapi ia tampak menahannya karena Percy adalah
anak Poseidon dan merupakan pahlawan yang menyelamatkan dunia, yang hendak
hancur di novel ke satu karena pertikaian Poseidon dan Zeus.
Sifatnya yang pemarah memang
cukup menyebalkan, tapi itu memberikan warna tersendiri di dalam novelnya
karena di balik sifatnya yang pemarah, Clarisse adalah petarung luar biasa
tangguh, kuat, percaya diri, dan juga Percy mengakui sendiri jika Clarisse
adalah seorang pemimpin anak-anak Ares yang karismatik. Percy bahkan menyebut
kalau Clarisse memiliki keberanian yang menginspirasi.
Kasar kata, Clarisse memang
memiliki banyak sifat jelek, tukang tindas dan memiliki cibiran kejam sama
seperti ayahnya. Tapi Clarisse juga memiliki banyak sifat dan kemampuan unggul
di pertarungan dan kepemimpinan yang membuatnya lebih berbakat dari anak-anak
demigod seumurannya.
Meski lebih muda dari
kebanyakan saudara-saudaranya sesama anak Ares, Clarisse ditunjuk sebagai
kepala konselor pondok Ares, dan semua anak-anak Ares mengikutinya seperti
anggota geng jahat yang mengikuti ketua yang mereka akui sendiri.
Clarisse juga terbukti kuat.
Ini bisa terlihat dari kemampuan bertarung tangan kosongnya yang mumpuni,
pengguna senjata yang kuat, salah satu dari pejuang dan demigod terbaik di
perkemahan Blasteran, mampu mengalahkan Deimos dan di The Last Olympias,
Clarisse mampu mengalahkan monster Lydian Drakon yang luar biasa mematikan, dan
menggunakan jasad monster itu untuk dihela di kereta kudanya agar bisa
menakut-nakuti pasukan lawan.
Selain itu, meski jahat pada
Percy Jackson, Clarisse La Rue tidak seburuk itu. Ia baik pada beberapa orang
dan di samping sifat bar-barnya, ia menunjukkan kelembutan pada Silena
Beauregard, sahabatnya yang merupakan putri Aphrodite, dan Chris Rodriguez yang menjadi gila. Clarisse
lalu merawatnya dan saat Chris sembuh, mereka berdua pun mulai berkencan.
Cukup unik juga, cewek bar-bar
dan bertampang jahat seperti Clarisse punya pacar, tapi terserahlah. Mungkin
Chris jatuh hati dengan Clarisse karena cewek itu sudah merawatnya dengan
lembut dan membela cowok itu, meski Chris awalnya adalah pengkhianat dan
pengikut Kronos.
Setelah cerita berakhir,
Clarisse diketahui kuliah di Universitas Arizona dan menyerahkan posisi
konselor kepala pondok Ares ke Sherman Yang, salah satu saudaranya.
Itulah beberapa spoiler
singkat tentang Clarisse La Rue Putri Ares. Meski bar-bar, tapi tidak bisa
dipungkiri kalau Clarisse adalah salah satu kekuatan besar di pihak Percy
Jackson dan banyak membantu Percy dalam pertarungan. Banyak juga kebaikan yang
ada di dalam dirinya yang tersembunyi di balik sifat kasar dan tampang pembunuhnya
yang bisa kita telaah lagi.